Perkembangan Teknologi Komputer

Pada era sebelum tahun 1940 penggunaan alat bantu penghitung masih sangat sederhana dan manual,.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 06 Oktober 2016

Sejarah Penamaan Jurusan Komputer

Sebelum kita membahas tentang perbedaan keempat jurusan ini, saya ingin kilas balik sedikit mengenai sejarah penamaan jurusan komputer di Indonesia.
Ketika saya tamat SMA pada tahun 2005 dan memutuskan untuk lanjut ke jurusan komputer, pilihannya saat itu hanya 2: Ilmu Komputer atau Teknik Informatika. Setelah saya cari lebih dalam, perbedaannya ternyata hanya dari penamaan saja.
Jurusan “Ilmu Komputer” berasal dari “Computer Science” yang banyak digunakan sebagai nama jurusan universitas di Amerika. Sedangkan nama jurusan Teknik Informatika berasal dari “Informatics” yang digunakan universitas di Eropa.
Hal ini diperjelas karena saat itu jurusan Ilmu Komputer hanya bisa ditemukan di universitas, seperti di UI, UGM, USU, Universitas Udayana, dll. Sedangkan nama jurusan Teknik Informatika hanya berada di Institut, seperti ITB atau ITS.
Jurusan komputer saat itu masih relatif baru, sehingga di beberapa universitas, masih ‘nebeng’ ke Fakultas lain. Jurusan Ilmu Komputer biasanya berada di bawah fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Sedangkan Teknik Informatika berada di bawah Fakultas Teknik.
Perbedaan lain adalah dari titel yang di dapat. Sarjana Ilmu Komputer mendapat titel “S.Kom”, sedangkan sarjana TI mendapat titel “S.T”. Namun karena berada di bawah Fakultas MIPA, beberapa sarjana Ilmu Komputer juga masih mendapat titel “S.Si”. Sebenarnya ini hak universitas mau memberi gelar apa, beberapa sarjana TI juga bisa mendapat gelas “S.Kom”.
Kembali ke perbedaan antara Ilmu Komputer atau Teknik Informatika, saat itu keduanya tidak terlalu berbeda. Ada yang menyatakan bahwa Ilmu Komputer lebih ke arah ‘sains’, sedangkan Teknik Informatika lebih kearah implementasinya.
Berikut kutipan dari situs resmi Ilmu Komputer UI:
“Program yang berjudul Ilmu Komputer dan Teknik Informatika pada dasarnya adalah program yang sama. Cakupannya cukup luas, mulai dari fondasi teoritis mengenai perancangan algoritma, yaitu konsep dasar yang melandasi pengembangan perangkat lunak, sampai kepada penerapan mutakhir berupa aplikasi robotika, kecerdasan buatan, bio-informatika, dan topik-topik menarik lainnya.”

Grafis

adalah sebuah komposisi antara titik,garis,bidang sehingga menghasilkan gambar yang sangat terstruktur yg dibuat dengan tujuan untuk menghibur atau memberikan nilai estetika agar manusia tidak jenuh . ada beberapa teknik dalam grafis

1. melihat komposisi warna
2. membuat tulisan yg menarik perhatian
3. tidak menghambur hamburkan
dan tatacara lainnya agar para penglihat tidak jenuh dan terhibur oleh gambar tersebut

Media Komunikasi Grafis

Media adalah sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada publik dengan menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau gambar/foto.
Macam-macam media komunikasi grafis:
1. Poster
Poster merupakan media grafis yang memuat unsur teks dan gambar/ilustrasi yang dipasang atau ditempel pada dinding.
2. Stiker
Stiker merupakan media komunikasi grafis tentang produk, jasa atau identitas yang dapat ditempel pada berbagai tempat
3. Kover Buku
Kover buku merupakan perwajahan dari buku sekaligus sebagai keterangan isi dan bertujuan untuk menarik perhatian. Umumnya unsur-unsurnya terdiri dari warna, gambar atau ilustrasi, pengarang, judul, dan penerbit
4. Pembungkus
Pembungkus selain berfungsi sebagai pengaman/pelindung namun juga berfungsi sebagai daya tarik dari suatu produk (media komunikasi grafis)
5. Selipat
Selipat merupakan media komunikasi grafis produk atau jasa yang bentuknya memiliki beberapa lipatan
6. Selebaran
Selebaran merupakan media komunikasi grafis yang dibuat dengan ukuran relative kecil dan biasanya hanya satu lembar.
7. Amplop & Kop Surat
Amplop dan kop surat merupakan media yang digunakan sebagai sarana surat menyurat dan di dalamnya tercetak identitas perusahaan atau lembaga tertentu.
8. Tas Belanja
Tas belanja berfungsi sebagai tas untuk keperluan berbelanja yang umumnya bersifat sementara, berfungsi sebagai media komunikasi grafis yang mengidentifikasikan identitas perusahaan, took, lembaga selain sebagai daya tarik
9. Katalog
Katalog merupakan media komunikasi grafis berbentuk buku yang di dalamnya berisi aneka jenis produk, jasa, formulasi, dan cara penggunaannya
10. Iklan Surat Kabar
Iklan surat kabar (Transpaper Advertisement) adalah media komunikasi grafis yang dipasang pada surat kabar
11. Iklan Majalah
Media komunikasi grafis yang dipasang pada majalah dan dibuat sesuai dengan kolom yang ada pada majalah tersebut.
12. Spanduk
Media komunikasi grafis yang dibuat dari kain panjang dan dipasang dengan direntangkan di atas atau ditepi jalan secara horizontal
13. Umbul-Umbul
Umbul-umbul merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari kain yang prinsipnya tidak berbeda dengan spanduk, namum pemasangannya dilakukan secara vertical
14. Papan Nama
Papan nama merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari papan dan seng.
15. Neon Box
Neon box merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari mika akrilik berbentuk boks dengan lampu didalamnya.
16. Neon Sign
Neon sign merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari lampu neon yang di dalamnya diisi gas dan apabila dialiri listrik akan memancarkan sinar.
17. Baliho
Baliho merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari bahan tripleks dengan format relati besar berkonstruksi kayu atau bahan bambu
18. Billboard
Billboard merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari plat ezer dengan format relatif besar dengan menggunakan konstruksi besi (permanent) untuk menginformasikan produk atau jasa, menggunakan unsure-unsur warna, teks dan ilustrasi secara singkat dan sederhana.
19. Halte Bus
Halte bus merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari plat ezer dengan konstruksi besi, dipasang pada tempat-tempat pemberhentian bus, dipasang secara permanent dan relative lama.
20. Reklame Mobil Boks
Reklame mobil boks merupakan media komunikasi grafis yang dibuat pada badan mobil boks dengan format sesuai ukuran mobil (panjang dan lebar mobil boks).
21. Etalase
Etalase merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari almari kaca untuk memajang produk dengan bentuk dan ukuran yang disesuaikan dengan ruangan dan produk yang ditawarkan.
22. Desain Gantung
Desain gantung merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari bahan kertas, karton , plastik, dan lain-lain.
23. Point of Purchase
Point of purchase merupakan media komunikasi grafis dari bahan karton yang tercetak yang dipasang pada deretan produk yang ada pada etalase-etalase
24. Floor Stand
Media komunikasi grafis terbuat dari bahan karton, triplek, dan sebagainya yang diletakkan pada suatu ruangan lantai konstruksi dengan posisi berdiri menggunakan penyangga.
25. Kaos
Kaos adalah media komunikasi grafis yang dicetak diatas kain katun atau TC.

Fungsi Desain Komunikasi Visual

1. Sebagai Sarana Identifikasi
Fungsi utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, dan darimana ia berasal. Begitu juga dengan sebuah benda atau produk dapat memberitahu kita bagaimana kualitas produk tersebut, dan membuat produk tersebut lebih mudah dikenali baik oleh produsennya atau konsumen.

2. Sebagai Sarana Instruksi dan Informasi

Sebagai sarana instruksi dan informasi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal lainnya dalam petunjuk, arah, skala, dan posisi.

3. Sebagai Sarana Promosi dan Presentasi

Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana promosi dan produksi adalah untuk menyampaikan pesan, pendapat perhatian (atensi) secara visual sehingga mudah diingat.

Selain dari fungsi, ada dua hal lagi yang harus dipahami oleh seorang desain komunikasi visual yaitu, prinsip dan unsur. Mengapa ini penting? Karena jelas seorang desainer harus tau unsur apa saja yang membalut desain komunikasi visual dan prinsip yang harus dipegang oleh seorang desainer.

Prinsip Desain Komunikasi Visual

1.  Kesatuan (Unity)
Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak ada kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai berai, kacau balau, dan membuat karya seni tersebut tidak enak dilihat.

2.  Keseimbangan (Balance)
Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua daya yang bekerja saling meniadakan.

3.  Proposi (Propotion)
Proposi termasuk prinsip dasar dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan-perbandingan yang tepat.

4.  Irama (Rythm)
Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus.

5.  Dominasi (Domination)
Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar yang harus ada dalam sebuah desain. Dominasi berasal dari kata "dominance" yang berarti keunggulan. Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu desain unggul dan lebih istimewa.

Selain fungsi, prinsip, dan unsur yang telah dijelaskan, desain komunikasi visual juga memiliki beberapa cabang ilmu salah satunya adalah desain grafis. Desain grafis adalah seni dalam berkomunikasi dengan menggunakan tulisan, ruang, atau gambar. Ilmu desain grafis mencakup seni visual, tipografi, tata letak, dan desain interaksi.
Bagi anda yang ingin kuliah dengan mengambil jurusan desain komunikasi visual, berikut ini ada beberapa universitas yang memiliki jurusan desain komunikasi visual.

Unsur Desain Grafis

Agar desain yang kita hasilkan menarik mata ada beberapa unsur yang harus dipelajari yaitu unsur dalam desain grafis. Semua unsur tersebut tidak harus dimasukkan sekaligus dalam sebuah karya desain karena ada sebagian desain yang menuntut salah satu dari unsur tersebut harus diprioritaskan jadi ada penekanan-penekanan dalam setiap unsur.
1. Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di dalam duni a komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid line, dan garis putus-putus.
2. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).
3. Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan lain sebagainya.
4. Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).
5. Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.
6. Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas

Komunikasi Grafis Dan Komunikasi Visual

Tugas penyusunan kompetensi ini adalah pada bidang Komunikasi grafis, istilah yg diberikan oleh Dikmenjur setelah berkonsultasi dengan Ditjen Grafika. Kata Grafis sendiri mengandung dua pengertian: (1) Graphein (lt.= garis, marka) yang kemudian menjadi Graphic Arts atau Komunikasi Grafis, (2) Graphishe Vakken (bld=pekerjaan cetak) yang di Indonesia menjadi Grafika, diartikan sebagai percetakan. Dalam pengertian ini Komunikasi Grafis adalah pekerjaan dalam bidang komunikasi visual yang berhubungan dengan grafika (cetakan) dan/atau pada bidang dua dimensi dan statis (tidak bergerak dan bukan time-based images).

Dasar terminologi perlu untuk menjelaskan beda antara Komunikasi Grafis dengan Komunikasi Visual. Komunikasi visual merupakan payung dari berbagai kegiatan komunikasi yang menggunakan unsur rupa (visual) pada berbagai media: percetakan / grafika, luar ruang (marka grafis, papan reklame), televisi, film /video, internet dll, dua dimensi maupun tiga dimensi, baik yang statis maupun bergerak (time based). Sedangkan Komunikasi Grafis merupakan bagian dari Komunikasi Visual dalam lingkup statis, dua dimensi, dan umumnya berhubungan dengan percetakan / grafika. Dalam lingkup terminologi ini standar kompetensi Komunikasi Grafis dibuat.
Bidang profesi Komunikasi Grafis meliputi kegiatan penunjang dalam kegiatan penerbitan (publishing house), media massa cetak koran dan majalah, periklanan (advertising), dan biro grafis (graphic house, graphic boutique, production house). Selain itu komunikasi grafis juga menjadi  penunjang pada industri non-komunikasi (lembaga swasta / pemerintah, pariwisata, hotel, pabrik / manufaktur, usaha dagang) sebagai inhouse graphics di departemen promosi ataupun tenaga grafis pada departemen public relation perusahaan.
Pekerjaan Komunikasi Grafis meliputi olah gambar/images (gambar ilustrasi, fotografi), olah teks/tipografi (cipta dan susun huruf) dan penggabungan unsur teks dan images ke dalam rancangan/design yang siap dilaksanakan.



Dalam kenyataan di lapangan, situasi kegiatan komunikasi grafis di Indonesia tak sepenuhnya seperti diagram umum di atas. Olah huruf / type design & typography  yang di beberapa negara maju merupakan profesi khusus ( mendesain font / typeface, hand lettering, tipografi / olahan tata huruf ) di Indonesia tak berkembang menjadi bidang profesi tersendiri (pernyataan Bp. Danton Sihombing MFA pakar bidang huruf). Di Indonesia olah huruf pada era digital dikerjakan sendiri di komputer oleh desainer ataupun operator atas petunjuk desainer. Meski ada juga yang  olah huruf khusus seperti hand lettering dan Kaligrafi tidak merupakan bidang spesialisasi profesi yang berkembang baik. Karena itu dalam standar kompetensi komunikasi grafis ini olah huruf/tipografi tak dibuat sebagai sub-bidang kompetensi tersendiri, tetapi menjadi subkompetensi untuk sub bidang desain grafis.
Berdasarkan paparan di atas maka standar kompetensi bidang Komunikasi Grafis dipilah menjadi 3 sub-bidang:  

  • Desain Grafis: merancang / menyusun bahan (huruf, gambar dan unsur grafis lain)  menjadi informasi  visual pada media (cetak) yang dimengerti publik.
  • Ilustrasi: menampilkan informasi dengan ketrampilan gambar tangan dan  penuangan daya imajinasi.
  • Fotografi: menampilkan informasi dengan ketrampilan menangkap cahaya melalui kamera dan kepiawaian memilih / mengolah hasil bidikan.