Perkembangan Teknologi Komputer

Pada era sebelum tahun 1940 penggunaan alat bantu penghitung masih sangat sederhana dan manual,.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 06 Oktober 2016

Komunikasi Grafis

Grafis merupakan sebuah bentuk komunikasi visual dimana dengan sebuah titik atau goresan sederhana orang dapat mengkomunikasikan pesan kepada orang lain. Komunikasi grafis dapat diartikan sebagai proses penyampaian lambang-lambang yang mengandung pengertian tertentu oleh seseorang kepada orang lain melalui media cetak.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan se-efektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang dapat dibunyikan. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Grafis memiliki unsur-unsur yang dapat digabungkan dan dirancang dengan baik untuk menghasilkan sebuah media komunikasi yang komunikatif dan sugestif. Unsur komunikasi grafis yang vital adalah teks, ilustrasi dan warna. Unsur lain yang sering digunakan sebagai penekanan pesan adalah banner dan flash/pancaran sinar.
1) Teks
Teks terdiri atas bagian judul (headline), subjudul, naskah (body copy), logo dan kata penutup.
a)  Judul
     Judul  merupakan  bagian  terpenting  dari  teks  yang  berfungsi  untuk
     menarik  perhatian  dan  merupakan  hal  yang  pertama  dibaca.  Judul
     mampu mengarahkan pembaca untuk lebih jauh mengetahui tentang isi
     pesan  atau  produk  yang  ada  didalamnya.  Hal-hal  yang  perlu
     diperhatikan dalam mendesain judul adalah:
    1.  Bentuk huruf mendukung judul dan memancarkan watak tulisan
    2.  Judul kontras dengan teks lainnya (warna, ukuran, bentuk)
    3.  Tempatkan dalam frame atau bingkai
    4.  Kata tidak terlalu panjang, mudah dibaca
    5.  Tempatkan judul ditengah-tengah
    6.  Hindari judul dengan huruf kapital semua
b)  Subjudul
     Subjudul merupakan lanjutan keterangan dari judul yang menjelaskan
     makna atau arti dari judul dan umumnya lebih panjang dari judulnya.
     Subjudul  dapat  juga  disebut  sebagai  kalimat  peralihan  yang
     mengarahkan  pembaca  dari  judul  ke  kalimat  pembuka  dari  naskah.
     Ukuran huruf dalam subjudul biasanya lebih kecil dari judul. Berikut ini
     beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendesain subjudul :
     1.  Subjudul serasi dan saling mendukung dengan judulnya
     2.  Hindari penempatan dibawah kolom
     3.  Gunakan warna berbeda dengan warna teks naskah
     4.  Gunakan garis dibawah atau diatas subjudul untuk kejelasan
     5.  Sesuaikan jenis huruf dengan judul dan naskah
     6.  Gunakan tipe huruf yang kontras
c)  Naskah
     Naskah adalah kalimat yang menerangkan lebih rinci tentang isi pesan
     yang ingin disampaikan, berfungsi untuk mengarahkan pembaca dalam
     mengambil sikap, berpikir dan bertindak lebih lanjut.
d)  Logo
     Logo adalah tanda pengenal yang tetap dari perusahaan atau institusi
     yang dibuat secara singkat, sederhana dan komunikatif menggunakan
     huruf dan gambar. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
     menetapkan visualisasi logo adalah sejarah, identitas atau kekhasan,
     unik, asosiatif, artistik, simbolik.
e)  Kata penutup
     Kata penutup adalah kalimat pendek yang jelas, singkat, jujur dan jernih
     yang biasanya bertujuan untuk mengarahkan pembaca untuk membuat
     keputusan.

2) Ilustrasi
Ilustrasi merupakan unsur grafis yang sangat vital dan dapat disajikan mulai dari goresan atau titik sederhana sampai dengan yang kompleks. Ilustrasi berfungsi untuk :
1.  Menarik perhatian
2.  Merangsang minat pembaca terhadap keseluruhan pesan
3.  Memberikan penjelasan atas pertanyaan
4.  Menonjolkan keistimewaan produk
5.  Memenangkan persaingan

10 Contoh Usaha Bisnis Menjanjikan di Tahun 2016

1. Bisnis Bidang Properti

Bisnis yang satu ini sangat potensial sepanjang tahun, tidak hanya di tahun 2016 saja, di tahun sebelumnya atau bahkan di tahun selanjutnya akan selalu potensial bahkan bisnis bidang properti menjadi investasi yang sangat menjanjikan. Ini di karenakan setiap tahun nilainya terus naik. Bisnis bidang properti ini juga sangat banyak contohnya, seperti tanah, bangunan, kos-kosan, rumah kontrakan, ruko dan masih banyak lagi.

Namun seperti yang kita ketahui bersama, bisnis bidang properti ini hampir semuanya membutuhkan modal yang besar. Namun jika anda memang tertarik, anda bisa membeli tanah yang murah namun kedepannya bisa di jual dengan harga yang tinggi. Misalnya saja di dekat tanah tersebut 10 tahun lagi akan di bangun kampus, maka nilanya 10 tahun lagi akan meroket, bahkan anda bisa memulai banyak usaha disana seperti usaha kos-kosan misalnya.

2. Bisnis Online

Bisnis yang satu ini paling banyak di jalankan oleh remaja dan pemuda, terutama kaum adam. Sebenarnya bisnis online bisa di jalankan oleh siapa saja, karena pada dasarnya bisnis online tidak memandang usia dan jenis kelamin. Latar belakang pendidikan juga tidak penting di dalam bisnis online, baik itu pernah sekolah maupun tidak bisa menjalankan bisnis yang satu ini. Ada banyak sekali jenis bisnis online yang bisa kita jalankan, salah satunya yang sangat populer ialah kegiatan blogging, dimana dari ngeblog ini kita bisa mendapatkan uang dari iklan yang tampil di blog kita.

Selain itu jual beli barang saat ini juga bisa di lakukan secara online, sehingga pangsa pasar semakin luas mulai dari sabang sampai merauke. Bagi anda yang saat ini berdagang tidak ada salahnya mencoba memasarkan produk secara online, barang yang mendukung di jual di internet sangat banyak, seperti barang elektronik, perabot rumah tangga, makanan kering, aksesoris, pakaian, sepatu dan masih banyak lagi. Jadi coba saja dari sekarang bisnis online ini, siapa tahu kesuksesan anda dari sini.

3. Usaha Bidang Pertanian

Usaha di bidang pertanian juga sangat potensial di tahun 2016 ini, kita bisa melihat sendiri jika harga produk pertanian seperti sayuran dan buah-buahan terus meroket di tahun 2015 dan di tahun 2016 ini harganya semakin merangkak naik. Melihat potensi yang sangat menjanjikan tersebut, memulai usaha pertanian menjadi pilihan yang tepat. Kita tinggal di negara yang memiliki tanah tersubur di dunia, segala jenis sayuran, tanaman dan buah-buahan bisa di kembangkan di negara kita.

Beberapa jenis tanaman yang cukup familiar di Indonesia adalah padi, teh, kopi, jagung yang mana semuanya di butuhkan masyarakat. Apabila anda tidak memiliki tanah maka bisa membeli sedikit-demi sedikit atau menyewa tanah kepada orang lain. Intinya jika anda tertarik dengan usaha bidang pertanian, anda harus banyak belajar tentang tanaman yang ingin anda tanam.

4. Usaha Bidang Budidaya

Budidaya merupakan kegiatan membudidayakan suatu tanamann atau hewan yang mana bertujuan untuk memperoleh penghasilan, biasanya yang di budidayakan adalah tumbuhan atau hewan yang cepat panen. Seperti contohnya budidaya jamur tiram, budidaya ikan air tawar, budidaya belut dan masih banyak lagi. Apabila anda memang tertarik maka bisa mencobanya, kami juga telah mengulas referensi mengenai usaha budidaya jamur tiram,

Tujuan Jaringan Komputer

1.     Jaringan membantu kita untuk mendapatkan informasi agar tetap handal dan terbaru ; dengan sistem penyimpanan data terpusat yang setiap waktu bisa diperbaharui dan dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna yang dapat mengakses data dari berbagai tempat yang berbeda.
2.     Jaringan mengefesienkan manajemen sumber daya ; sebagai contoh banyak yang dapat menggunakan printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibanding hanya memakai printer kualitas rendah setiap disetiap meja kerja.
3.     Jaringan membantu tim kerja agar dapat berkomunikasi dengan lebih efisien : karena surat elektronik, penjadualan, pemantauan proyek, konferensi online, dan groupware dapat didapat dari jaringan sehingga hal itu dapat membantu tim bekerja lebih produktif.
4.     Jaringan membantu dalam melayani klien secara lebih efektif : walaupun dengan jarak yang jauh, disaat karyawan melayani klien dilapangan namun merekan tetap dapat mengakses untuk langsung berkomunikasi dengan pemasok.
5.       Jaringan mempercepat proses data sharing (berbagi data) : karena berbagi data pada jaringan bisa dipastikan lebih cepat dibanding yang tidak memakai jaringan.

Sejarah Jaringan Komputer

Sejarah Jaringan Komputer.
Apabila melihat dari awal terbentuknya ide penggunaan jaringan komputer, maka kira – kira sudah lebih dari 70 tahun lamanya teknologi jaringan komputer ini mulai digunakan pertama kali. Apabila saat ini jaringan komputer sudah bisa digunakan oleh berbagai macam user, dan juga untuk berbagai keperluan, namun ternyata pada awalnya, ide penggunaan jaringan komputer jauh lebih sederhana daripada saat ini.
Pada awalnya, ide untuk menciptakan suatu jaringan komputer adalah hanya agar suatu perangkat sistem komputer bisa diguakan secara bersama – sama. Hal ini tentu saja juga dipengaruhi oleh faktor haga dari suatu komputer yang masih mahal, dan belum bisa dibeli oleh orang biasa pada saaat itu.
1940-an : Batch Processing
Ide seperti ini mulai dikemukakan pada era 1940-an di Amerika, tepatnya di sebuah laboratorium Bell dan juga grup riset dari Univerrsitas Harvard. Saat tu, Prof. H.Aiken memimpin suatu penelitian mengenai pengembangan dari komputer MODEL I. Pada saat itu, penggunaan komputer ingin dimaksimalkan, agar bisa digunakan secara bersamaan dan dapat mengerjakan banyak proses tanpa perlu membuang waktu banyak.
Maka dari itu, muncullah suatu implementasi program bernama Batch Processing atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah proses beruntun. Proses inilah yang kemudian dapat memanfaatkan beberapa komputer bisa mengerjakan banyak program dan pekerjaan dalam sekali waktu.
          1950-an : Mulai dikembangkan proses TSS (Time Sharing System)
Kira – kira 10 tahun kemudian, tepatnya pada era 1950-an, penggunaan dan juga pengembangan dari sebuah sistem komputer menjadi semakin berkembang dan juga membesar. Pada era ini ditandai dengan berkembangnya apa yang kita sebut sebagai super komputer. Dengan adanya penciptaan dan pengembangan dari super komputer ini, maka hal ini mempengaruhi tuntutan dari perusahaan, dimana sebuah komputer harus bisa melayani dan juga menjalankan program di beberapa terminal.
Karena adanya tuntutan inilah, maka diciptakan sebuah sistem yang dikenal dengan nama TSS atau Time Sharing System. Sistem ini merupakan sistem pertama yang benar – benar mengimplementasikan dan juga menjadi cikal bakal network atau jaringan yang kita kenal hingga saat ini.
TSS ini merupakan suatu sistem dimana sebuah komputer dapat melayani beberapa terminal yang dikenal juga dengan istilah distribusi berdasarkan waktu. Sistem ini memungkinkan satu komputer bertindak sebagai server atau host, yang dapat diakses dengan menggunaakn terminal atau workstation, atau client – client yang tersedia dalam waktu bersamaan.
          1970-an – Distribution Processing: Perkembangan dari TSS
         
Perkembangan teknologi memang tidak ada habisnya. Setelah proses TSS mulai berkembang, maka kira – kira tahun 1970-an mulailah berkembang suatu sistem jaringan komputer yang baru. Sistem jaringan ini disebut dengan nama proses distribusi atau dalam bahasa Inggris memiliki nama asli Distribution Processing.
·        Latar Belakang Pengembangan dari Distribution Processing
Konsep sistem jaringan komputer ini dibuat karena beban pekerjaan yang mampu ditanggung oleh sebuah komputer menjadi lebih banyak, sedangkan komponen dan harga dari sebuah komputer sangat mahal. Karena itu, suatu data yang terdapat di dalam host ataupun server dibagi – bagi secara paralel dengan host lainnya.
·        Kelebihan dari Distribution Processing
Penggunaan sistem ini memungkinkan lebih dari 2 host dalam mengerjakan tugasnya, dimana masing – masing host atau server mampu melayani banyak terminal atau client. Dengan adanya proses ini, maka sudah pasti kemampuan dari sebuah host ataupun server dalam mengolah data dan melayani station atau terminal menjadi lebih optimal, karena dapat menghandle banyak sekali terminal.
          1972 +  Terobosan baru: Surat Elektronik dan ARPANET
Selanjutnya pada tahun 1972, seseorang bernama Roy Tomlison berhasil mengembangkan suatu sistem surat elektronik, yang kita kenal hingga hari ini sebagai pembawa pesan dengan waktu yang sangat cepat. Segera setelah email berkembang pesat dan banyak diminati, Roy membangun suatu jaringan yang diberi nama ARPANET, yang ternyata sangat mudah untuk digunakan. Dengan demikian, program jaringan ARPANET ini kemudian mulai meluas dan populer penggunaannya dan mulai dikembangkan lebih lanjut hingga saat ini.
1973 + Kelahiran dari internet atau jaringan internasional (International Network)
Setahun berikutnya, yaitu pada tahun 1973, ada dua orang ahli koputer yang mulai mengembangkan dan juga mengusulkan sebuah jaringan komputer yang sangat luas dan dapat digunakan oleh seluruh dunia. Vinton Cerf dan juga Bob Kahn adalah kedua orang tersebut, yang membuat sebuah gagaasan besar, yang sebenarnya menjadi sebuah cikal bakal dari terciptanya internet atau international network. Saat ini, internet pun sudah menjelma menjadi jaringan terbesar yang ada di dunia, dan dapat menghubungkan setiap orang di berbagai belahan dunia.
          1980 – an : Standarisasi jaringan dengan menggunakan TCP/IP
Dengan berkembangnya teknologi komputer, dan juga maraknya penciptaan komputer baru hingga era 80-an, maka saat itu kebutuhan akan jaringan antar komputer menjadi semakin banyak dan diminati. Karena itu, dibuatlah suatu protokol resmi mengeai jaringan internet. Pada tahun 1982, sebuah protokol dibuat, yang diperi nama TCP (transmission Control Protocol) atau yang saat ini sering kali kita kenal dengan istilah IP alias Internet Protocol. Protokol ini memungkinkan banyak komputer dapat saling terhubung ke dalam sebuah jaringan international yang dapat menghubungkan banyak user di seluruh dunia.
          1984 + : Pengenalan Domain Name System
Dengan adanya TCP/IP ini, maka setiap komputer dapat terhubung melalui jaringan internet secara luas dan mendunia. Pada tahun 1984 diperkenalkan sistem domain. Sistem domain ini kemudian dapat menyeragamkan alamat – alamat yang berada pada jaringan yang sama. Domain ini kemudian kit akenal dengan istilah domain name system atau DNS, dimana dalam satu DNS terdapat beberapa alamt yang berbeda, dan dapat dikunjungi oleh banyak orang, siapapun itu yang sudah terhubung ke dalam jaringan internet.
          1988 + Internet Relay Chat, Fitur yang mulai berkembang pesat
Dengan banyakanya perkembangan di dalam dunia jaringan komputer, termasuk di dalamnya adalah LAN, dan juga internet, hal ini juga berkembang pesat sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Pada era 1980an, tepatnya 1988, seorang berkebangsaan Finlandia, yaitu Jarkko Oikaren mengembangkan suatu sistem chatting berbasi jaringan komputer secara luas dengan menggunakan internet. Sistem ini dinamakan sebagai internet relay chat (IRC) dimana pada penggunanya sebagai user dapat melakukan chatting dengan menggunakan jaringan internet.
·        Keunggulan Internet Relay Chat
Pada saat itu, fitur cat seperti ini merupakan salah satu terobosan baru, karena pada saat ini fitur berkirim pesan seperti SMS juga belum populer, atau bahkan mungkin belum ada. Dengan adany apengembangan aplikasi Chatting tersebut, pada tahun – tahun itu penggunaan komputer dan juga masuknya komputer ke dalam jaringan bertambah dengan sangat pesat. Kira – kira, masuknya komputer ke dalam suat jaringan komputer secara internasional (internet) melonjak hingga 10 kali lipat, meskipun belum memiliki fitur yang canggih seperti saat ini.
          1990-an : Kelahiran WWW atau World Wide Web
Hal ini kemudian menjadi semakin luar biasa, ketika pada era tahun 1990, seorang bernama Tim Berners Lee mulai mengembangkan dan juga merancang suatu program penyunting dan juga program yang dapat melihat isi dari internet, yang kita kenal hingga saat ini dengan nama www atau world wide web. Pengembangan dari www ini sangat memungkinkan antar komputer agar dapat melakukan penjelajahan dan memberikan akses bagi sesama komputer dalam membentuk suatu jaringan.
·         Penggunaan www yang semakin berkembang pesat
Tidak berhenti sampai saat itu saja, namun perkembangan sejarah dari sebuah jaringan komputer sudah menjadi lebih pesat lagi. Penggunaan www dalam jaringan internet, membuat penggunaan komputer yang saling terhubung antar jaringan menjadi lebih dari 1 juta komputer pada tahun 1992. Dua tahun kemudian, alamat website yang terdaftar di dalam berbagai domain yang tersedia di dalam jaringan internet sudah berada pada angka lebih dari 3000 situs.
·         Fitur – fitur yang berkembang pada era www
Pada tahun ini pula, anda sudah mulai bisa berbelanja dengan menggunakan alamat website, yang dikenal dengan istilah e-retail, yang saat ini berkembang menjadi e-commerce. Tahun ini pula, Yhoo mulai berdiri, dan muncullah penggunaan netscape navigator sebagai alat ataupun browser yang dapat digunakan untuk melakukan browsing beberapa situs dan juga alamat yang terdaftar di dalam jaringan internet.

Latar Belakang Penggunaan Jaringan Komputer.

Ada banyak sekali tujuan utama dari penyatuan komputer di dalam satu jaringan. Singkatya, jaringan komputer itu sendiri dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, mulai dari kepentingan suatu perusahaan atau korporat, hingga kebutuhan individual alias kebutuhan personal.
·        Kebutuhan akan komunikasi antar komputer.
Kebutuhan jaringan komputer untuk korporat atau perusahaan misalnya adalah ketika suatu membutuhkan kompunikasi antar divisi yang berada di dalam satu gedung. Dengan menggunakan komunikasi jaringan lokal dari semua komputer di dalam perusahaan tersebut, maka komunikasi dan juga proses sharing data antar instasi dan bagian di dalam perusahaan akan menjadi jauh lebih mudah, dan juga pastinya jauh lebih aman. Contoh penggunaan secara personal, yang paling terasa adalah penggunaan jaringan di dalam rumah pribadi. Satu modem bisa digunakan oleh lebih dari 1 device, seeperti PC, Laptop, hingga smartphone.
Tentu saja penggunaan jaringan komputer ini pastinya memilki banyak sekali manfaat untuk kehidupan kita, terutama di era modern seperti ini, dimana hampir semua yang kita lakukan, menggunakan bantuan dari sistem komputer dan juga jaringannya.

Jenis-Jenis Jaringan Komputer

1.     Berdasarkan Letak Geografis :

·        Personal Area Network (PAN) adalah jaringan komputer berdasarkan jangkauan (rentang) geografis yang digunakan untuk komunikasi dengan peralatan komputer lainnya (contoh : printer, modem, handphone, PDA, Bluetooth, dll). 
·        Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer milik pribadi yang mencakup data dalam suatu jaringan, sebuah gedung atau kampus, jangkauan dari jaringan komputer LAN berkisar 10 km dan media transmisi pada jaringan komputer ini berupa kabel. 
·        Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya teknologi yang digunakan di MAN hampir sama dengan LAN. Perbedaannya adalah luas jangkauan yang dimiliki MAN lebih besar daripada LAN, jangkauan MAN berkisar 10-45 km. Biasanya jaringan ini menggunakan media transmisi dengan mikrogelombang atau gelombang radio. Namun, ada juga yang menggunakan jalur sewa (leased line).
·        Wide Area Network (WAN) jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai, misalnya jaringan yang menghubungkan ATM.
2.     Berdasarkan Distribusi :
·        Jaringan Terpusat, jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari suatu komputer server.
·        Jaringan Terdistribusi merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer-server yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.
3.     Berdasarkan Media Transmisi :
·        Jaringan Berkabel (Wired Network), pada jaringan ini untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain di perlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
·        Jaringan Nirkabel (Wireless Network) merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagentik. pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirim sinyal informasi antar komputer jaringan.
4.     Berdasarkan Topologi :
·        Topologi Ring, setiap komputer dihubungkan dengan komputer lain dan seterusnya sampai kembali lagi ke komputer pertama, dan membentuk lingkaran sehingga disebut Ring, topologi ini berkomunikasi menggunakan data token untuk mengontrol hak akses komputer untuk menerima data.
·        Topologi Bus, jaringan komputer Bus tersusun rapi seperti antrian dan menggunakan cuma satu kabel coacial dan setiap komputer terhubung ke kabel menggunakan konektor BNC, dan kedua ujung dari kabel coacial harus diakhiri oleh terminator.
·        Topologi Star, membentuk seperti bintang, karena semua komputer di hubungkan ke sebuah hub atau switch dengan kabel UTP, sehingga hub/switch pusat dari jaringan dan bertugas untuk mengontrol lalu lintas data.
·        Topologi Mesh, pada topologi ini setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam jaringannya menggunakan kabel tunggal, jadi proses pengiriman data akan langsung mencapai komputer tujuan tanpa melalui komputer lain ataupun switch atau hub.
·        Topologi Tree, topologi jaringan komputer Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang di hubungkan dengan bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berapa pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontor jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.


 
5.     Berdasarkan Fungsi :
·        Client Server, yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih.
·        Peer-to-peer, yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan.
C.  Ciri-ciri Jaringan Komputer.
·        Berbagi perangkat keras (hardware).
·        Berbagi perangkat lunak (software).
·        Berbagi saluran komunikasi (internet).
·        Berbagi data dengan mudah.
·        Memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

Perbedaan Jurusan Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi dan Teknik Komputer

3 jurusan pertama sebenarnya sangat mirip (selain teknik komputer). Dalam jurusan ini anda tetap menemukan algoritma, pemrograman, dan mempelajari cara membuat aplikasi komputer, dengan penekanan yang sedikit berbeda:
  • Jurusan Ilmu Komputer lebih contoh kearah ‘sains’-nya komputer, dimana akan membahas lebih dalam tentang algoritma, konsep pemikiran sebuah aplikasi, teori jaringan, dll. Namun di ilmu komputer juga membahas praktek dengan berbagai bahasa pemrograman. Skripsi dari jurusan ilmu komputer boleh membahas sebuah teori/algoritma tertentu tanpa harus membuat aplikasinya.
  • Jurusan Teknik Informatika lebih condong ke implementasi daripada teori. Disini akan lebih fokus kepada proses pembuatan aplikasi, walaupun begitu, teori juga tetap dibahas tapi tidak sedalam di Ilmu Komputer. Skripsinya anak TI wajib membuat aplikasi.
  • Jurusan Sistem Informasi menggabungkan konsep komputer dengan bisnis dan management. Tujuannya sebagai ‘jembatan’ antara kebutuhan bisnis dengan aplikasi yang mesti dirancang. Contohnya seperti bagaimana berhubungan dengan client bisnis, bagaimana merancang aplikasi berdasarkan skala bisnis perusahaan, dst.
  • Jurusan Teknik Komputer lebih kepada hardware. Walaupun memakai nama ‘komputer’, jurusan ini sering berada di bawah Fakultas Teknik. Ini sebenarnya mirip dengan Fakultas Teknik Elektro, namun juga akan dibahas tentang programming yang menggunakan ‘bahasa mesin’. Hardware disini lebih ke arah microcontroller, ‘chip’ atau processor komputer. Bukan bagaimana cara merakit komputer.
Perbedaan diatas hanya gambaran umum, dan bisa sangat berbeda tergantung dengan Universitas mana yang akan anda pilih. Beda universitas, beda nama, dan akan beda pula kurikulumnya. Misalnya, kalau anda mengambil jurusan Ilmu Komputer IPB, tentu akan membahas bagaimana implementasi ilmu komputer ke pertanian.
Khusus untuk jurusan Ilmu Komputer dengan Teknik Informatika, perbedaannya tidak terlalu banyak. Oleh karena itu pembahasan mengenai kedua jurusan ini sebih sering digabung.
Sebenarnya saya juga bingung dengan banyaknya penamaan jurusan komputer ini, yang (berdasarkan pengalaman saya dulu) tidak terlalu jauh berbeda. Sebaiknya jurusan komputer di Indonesia menggunakan konsep seperti Fakultas Hukum. Dimana semuanya masuk sebagai mahasiswa jurusan hukum, baru di 2 atau 3 semester akhir memilih penjurusan seperti ingin hukum perdata, hukum pidana, dst.
Konsep seperti ini sepertinya sudah diterapkan di ITB. Penjurusan baru akan dilakukan di tahun ke-2, sehingga setiap mahasiswa bisa tau minat dan bakatnya mau kemana.

Sejarah Penamaan Jurusan Komputer

Sebelum kita membahas tentang perbedaan keempat jurusan ini, saya ingin kilas balik sedikit mengenai sejarah penamaan jurusan komputer di Indonesia.
Ketika saya tamat SMA pada tahun 2005 dan memutuskan untuk lanjut ke jurusan komputer, pilihannya saat itu hanya 2: Ilmu Komputer atau Teknik Informatika. Setelah saya cari lebih dalam, perbedaannya ternyata hanya dari penamaan saja.
Jurusan “Ilmu Komputer” berasal dari “Computer Science” yang banyak digunakan sebagai nama jurusan universitas di Amerika. Sedangkan nama jurusan Teknik Informatika berasal dari “Informatics” yang digunakan universitas di Eropa.
Hal ini diperjelas karena saat itu jurusan Ilmu Komputer hanya bisa ditemukan di universitas, seperti di UI, UGM, USU, Universitas Udayana, dll. Sedangkan nama jurusan Teknik Informatika hanya berada di Institut, seperti ITB atau ITS.
Jurusan komputer saat itu masih relatif baru, sehingga di beberapa universitas, masih ‘nebeng’ ke Fakultas lain. Jurusan Ilmu Komputer biasanya berada di bawah fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Sedangkan Teknik Informatika berada di bawah Fakultas Teknik.
Perbedaan lain adalah dari titel yang di dapat. Sarjana Ilmu Komputer mendapat titel “S.Kom”, sedangkan sarjana TI mendapat titel “S.T”. Namun karena berada di bawah Fakultas MIPA, beberapa sarjana Ilmu Komputer juga masih mendapat titel “S.Si”. Sebenarnya ini hak universitas mau memberi gelar apa, beberapa sarjana TI juga bisa mendapat gelas “S.Kom”.
Kembali ke perbedaan antara Ilmu Komputer atau Teknik Informatika, saat itu keduanya tidak terlalu berbeda. Ada yang menyatakan bahwa Ilmu Komputer lebih ke arah ‘sains’, sedangkan Teknik Informatika lebih kearah implementasinya.
Berikut kutipan dari situs resmi Ilmu Komputer UI:
“Program yang berjudul Ilmu Komputer dan Teknik Informatika pada dasarnya adalah program yang sama. Cakupannya cukup luas, mulai dari fondasi teoritis mengenai perancangan algoritma, yaitu konsep dasar yang melandasi pengembangan perangkat lunak, sampai kepada penerapan mutakhir berupa aplikasi robotika, kecerdasan buatan, bio-informatika, dan topik-topik menarik lainnya.”

Grafis

adalah sebuah komposisi antara titik,garis,bidang sehingga menghasilkan gambar yang sangat terstruktur yg dibuat dengan tujuan untuk menghibur atau memberikan nilai estetika agar manusia tidak jenuh . ada beberapa teknik dalam grafis

1. melihat komposisi warna
2. membuat tulisan yg menarik perhatian
3. tidak menghambur hamburkan
dan tatacara lainnya agar para penglihat tidak jenuh dan terhibur oleh gambar tersebut

Media Komunikasi Grafis

Media adalah sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada publik dengan menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau gambar/foto.
Macam-macam media komunikasi grafis:
1. Poster
Poster merupakan media grafis yang memuat unsur teks dan gambar/ilustrasi yang dipasang atau ditempel pada dinding.
2. Stiker
Stiker merupakan media komunikasi grafis tentang produk, jasa atau identitas yang dapat ditempel pada berbagai tempat
3. Kover Buku
Kover buku merupakan perwajahan dari buku sekaligus sebagai keterangan isi dan bertujuan untuk menarik perhatian. Umumnya unsur-unsurnya terdiri dari warna, gambar atau ilustrasi, pengarang, judul, dan penerbit
4. Pembungkus
Pembungkus selain berfungsi sebagai pengaman/pelindung namun juga berfungsi sebagai daya tarik dari suatu produk (media komunikasi grafis)
5. Selipat
Selipat merupakan media komunikasi grafis produk atau jasa yang bentuknya memiliki beberapa lipatan
6. Selebaran
Selebaran merupakan media komunikasi grafis yang dibuat dengan ukuran relative kecil dan biasanya hanya satu lembar.
7. Amplop & Kop Surat
Amplop dan kop surat merupakan media yang digunakan sebagai sarana surat menyurat dan di dalamnya tercetak identitas perusahaan atau lembaga tertentu.
8. Tas Belanja
Tas belanja berfungsi sebagai tas untuk keperluan berbelanja yang umumnya bersifat sementara, berfungsi sebagai media komunikasi grafis yang mengidentifikasikan identitas perusahaan, took, lembaga selain sebagai daya tarik
9. Katalog
Katalog merupakan media komunikasi grafis berbentuk buku yang di dalamnya berisi aneka jenis produk, jasa, formulasi, dan cara penggunaannya
10. Iklan Surat Kabar
Iklan surat kabar (Transpaper Advertisement) adalah media komunikasi grafis yang dipasang pada surat kabar
11. Iklan Majalah
Media komunikasi grafis yang dipasang pada majalah dan dibuat sesuai dengan kolom yang ada pada majalah tersebut.
12. Spanduk
Media komunikasi grafis yang dibuat dari kain panjang dan dipasang dengan direntangkan di atas atau ditepi jalan secara horizontal
13. Umbul-Umbul
Umbul-umbul merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari kain yang prinsipnya tidak berbeda dengan spanduk, namum pemasangannya dilakukan secara vertical
14. Papan Nama
Papan nama merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari papan dan seng.
15. Neon Box
Neon box merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari mika akrilik berbentuk boks dengan lampu didalamnya.
16. Neon Sign
Neon sign merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari lampu neon yang di dalamnya diisi gas dan apabila dialiri listrik akan memancarkan sinar.
17. Baliho
Baliho merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari bahan tripleks dengan format relati besar berkonstruksi kayu atau bahan bambu
18. Billboard
Billboard merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari plat ezer dengan format relatif besar dengan menggunakan konstruksi besi (permanent) untuk menginformasikan produk atau jasa, menggunakan unsure-unsur warna, teks dan ilustrasi secara singkat dan sederhana.
19. Halte Bus
Halte bus merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari plat ezer dengan konstruksi besi, dipasang pada tempat-tempat pemberhentian bus, dipasang secara permanent dan relative lama.
20. Reklame Mobil Boks
Reklame mobil boks merupakan media komunikasi grafis yang dibuat pada badan mobil boks dengan format sesuai ukuran mobil (panjang dan lebar mobil boks).
21. Etalase
Etalase merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari almari kaca untuk memajang produk dengan bentuk dan ukuran yang disesuaikan dengan ruangan dan produk yang ditawarkan.
22. Desain Gantung
Desain gantung merupakan media komunikasi grafis yang terbuat dari bahan kertas, karton , plastik, dan lain-lain.
23. Point of Purchase
Point of purchase merupakan media komunikasi grafis dari bahan karton yang tercetak yang dipasang pada deretan produk yang ada pada etalase-etalase
24. Floor Stand
Media komunikasi grafis terbuat dari bahan karton, triplek, dan sebagainya yang diletakkan pada suatu ruangan lantai konstruksi dengan posisi berdiri menggunakan penyangga.
25. Kaos
Kaos adalah media komunikasi grafis yang dicetak diatas kain katun atau TC.

Fungsi Desain Komunikasi Visual

1. Sebagai Sarana Identifikasi
Fungsi utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, dan darimana ia berasal. Begitu juga dengan sebuah benda atau produk dapat memberitahu kita bagaimana kualitas produk tersebut, dan membuat produk tersebut lebih mudah dikenali baik oleh produsennya atau konsumen.

2. Sebagai Sarana Instruksi dan Informasi

Sebagai sarana instruksi dan informasi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal lainnya dalam petunjuk, arah, skala, dan posisi.

3. Sebagai Sarana Promosi dan Presentasi

Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana promosi dan produksi adalah untuk menyampaikan pesan, pendapat perhatian (atensi) secara visual sehingga mudah diingat.

Selain dari fungsi, ada dua hal lagi yang harus dipahami oleh seorang desain komunikasi visual yaitu, prinsip dan unsur. Mengapa ini penting? Karena jelas seorang desainer harus tau unsur apa saja yang membalut desain komunikasi visual dan prinsip yang harus dipegang oleh seorang desainer.

Prinsip Desain Komunikasi Visual

1.  Kesatuan (Unity)
Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak ada kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai berai, kacau balau, dan membuat karya seni tersebut tidak enak dilihat.

2.  Keseimbangan (Balance)
Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua daya yang bekerja saling meniadakan.

3.  Proposi (Propotion)
Proposi termasuk prinsip dasar dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan-perbandingan yang tepat.

4.  Irama (Rythm)
Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus.

5.  Dominasi (Domination)
Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar yang harus ada dalam sebuah desain. Dominasi berasal dari kata "dominance" yang berarti keunggulan. Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu desain unggul dan lebih istimewa.

Selain fungsi, prinsip, dan unsur yang telah dijelaskan, desain komunikasi visual juga memiliki beberapa cabang ilmu salah satunya adalah desain grafis. Desain grafis adalah seni dalam berkomunikasi dengan menggunakan tulisan, ruang, atau gambar. Ilmu desain grafis mencakup seni visual, tipografi, tata letak, dan desain interaksi.
Bagi anda yang ingin kuliah dengan mengambil jurusan desain komunikasi visual, berikut ini ada beberapa universitas yang memiliki jurusan desain komunikasi visual.

Unsur Desain Grafis

Agar desain yang kita hasilkan menarik mata ada beberapa unsur yang harus dipelajari yaitu unsur dalam desain grafis. Semua unsur tersebut tidak harus dimasukkan sekaligus dalam sebuah karya desain karena ada sebagian desain yang menuntut salah satu dari unsur tersebut harus diprioritaskan jadi ada penekanan-penekanan dalam setiap unsur.
1. Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di dalam duni a komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid line, dan garis putus-putus.
2. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).
3. Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan lain sebagainya.
4. Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).
5. Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.
6. Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas

Komunikasi Grafis Dan Komunikasi Visual

Tugas penyusunan kompetensi ini adalah pada bidang Komunikasi grafis, istilah yg diberikan oleh Dikmenjur setelah berkonsultasi dengan Ditjen Grafika. Kata Grafis sendiri mengandung dua pengertian: (1) Graphein (lt.= garis, marka) yang kemudian menjadi Graphic Arts atau Komunikasi Grafis, (2) Graphishe Vakken (bld=pekerjaan cetak) yang di Indonesia menjadi Grafika, diartikan sebagai percetakan. Dalam pengertian ini Komunikasi Grafis adalah pekerjaan dalam bidang komunikasi visual yang berhubungan dengan grafika (cetakan) dan/atau pada bidang dua dimensi dan statis (tidak bergerak dan bukan time-based images).

Dasar terminologi perlu untuk menjelaskan beda antara Komunikasi Grafis dengan Komunikasi Visual. Komunikasi visual merupakan payung dari berbagai kegiatan komunikasi yang menggunakan unsur rupa (visual) pada berbagai media: percetakan / grafika, luar ruang (marka grafis, papan reklame), televisi, film /video, internet dll, dua dimensi maupun tiga dimensi, baik yang statis maupun bergerak (time based). Sedangkan Komunikasi Grafis merupakan bagian dari Komunikasi Visual dalam lingkup statis, dua dimensi, dan umumnya berhubungan dengan percetakan / grafika. Dalam lingkup terminologi ini standar kompetensi Komunikasi Grafis dibuat.
Bidang profesi Komunikasi Grafis meliputi kegiatan penunjang dalam kegiatan penerbitan (publishing house), media massa cetak koran dan majalah, periklanan (advertising), dan biro grafis (graphic house, graphic boutique, production house). Selain itu komunikasi grafis juga menjadi  penunjang pada industri non-komunikasi (lembaga swasta / pemerintah, pariwisata, hotel, pabrik / manufaktur, usaha dagang) sebagai inhouse graphics di departemen promosi ataupun tenaga grafis pada departemen public relation perusahaan.
Pekerjaan Komunikasi Grafis meliputi olah gambar/images (gambar ilustrasi, fotografi), olah teks/tipografi (cipta dan susun huruf) dan penggabungan unsur teks dan images ke dalam rancangan/design yang siap dilaksanakan.



Dalam kenyataan di lapangan, situasi kegiatan komunikasi grafis di Indonesia tak sepenuhnya seperti diagram umum di atas. Olah huruf / type design & typography  yang di beberapa negara maju merupakan profesi khusus ( mendesain font / typeface, hand lettering, tipografi / olahan tata huruf ) di Indonesia tak berkembang menjadi bidang profesi tersendiri (pernyataan Bp. Danton Sihombing MFA pakar bidang huruf). Di Indonesia olah huruf pada era digital dikerjakan sendiri di komputer oleh desainer ataupun operator atas petunjuk desainer. Meski ada juga yang  olah huruf khusus seperti hand lettering dan Kaligrafi tidak merupakan bidang spesialisasi profesi yang berkembang baik. Karena itu dalam standar kompetensi komunikasi grafis ini olah huruf/tipografi tak dibuat sebagai sub-bidang kompetensi tersendiri, tetapi menjadi subkompetensi untuk sub bidang desain grafis.
Berdasarkan paparan di atas maka standar kompetensi bidang Komunikasi Grafis dipilah menjadi 3 sub-bidang:  

  • Desain Grafis: merancang / menyusun bahan (huruf, gambar dan unsur grafis lain)  menjadi informasi  visual pada media (cetak) yang dimengerti publik.
  • Ilustrasi: menampilkan informasi dengan ketrampilan gambar tangan dan  penuangan daya imajinasi.
  • Fotografi: menampilkan informasi dengan ketrampilan menangkap cahaya melalui kamera dan kepiawaian memilih / mengolah hasil bidikan.

Bidang Komunikasi Grafis

Komunikasi Grafis merupakan bidang profesi yang berkembang sangat pesat sejak Revolusi Industri (abad ke-19) saat mana informasi melalui media cetak makin luas digunakan dalam perdagangan (iklan, kemasan), penerbitan (koran, buku, majalah) dan informasi seni budaya. Perkembangan bidang ini erat hubungannya dengan meningkatnya kesadaran akan manfaat yang dapat dipetik dari kejituan penyampaian informasi pada masyarakat.
Perkembangan di atas juga dipacu oleh kesadaran yang makin tinggi pada efektivitas bahasa rupa (visual) dalam komunikasi masa kini. Bila pada awal munculnya mesin cetak abad ke-15 istilah bidang ini adalah “graphic arts” yang masih dikonotasikan dengan seni, maka abad ke-20 istilahnya menjadi “graphic communication” atau juga “visual communication”. Hal ini menggambarkan peranan komunikasi sebagai kunci profesi dalam bidang ini.
Saat ini peranan komunikasi yang diemban makin beragam: informasi umum (information graphics, signage), pendidikan (materi pelajaran dan ilmu pengetahuan, pelajaran interaktif pendidikan khusus), persuasi (periklanan, promosi, kampanye sosial) dan pemantapan identitas (logo, corporate identity, branding). Munculnya istilah “komunikasi visual” sebenarnya juga merupakan akibat dari makin meluasnya media yang dicakup dalam bidang komunikasi lewat bahasa rupa ini: percetakan / grafika, filem dan video, televisi, web design dan CD interaktif.
Perkembangan itu telah membuat bidang ini menjadi kegiatan bisnis yang sekarang sangat marak melibatkan modal besar dan banyak tenaga kerja. Kecepatan perkembangannya pun berlomba dengan kesiapan tenaga penunjang pada profesi ini. Karena itu perlu disiapkan suatu standar yang dapat jadi acuan bagi tenaga kerja dalam profesi ini, baik dalam posisinya dalam jenjang ketenagakerjaan maupun dalam perencanaan pendidikan penunjangnya.
Standardisasi yang saat ini dibuat tak mungkin menahan laju perkembangan bidang Komunikasi Grafis. Tetapi dengan melihat apa yang telah terjadi baik di negeri orang maupun di negeri sendiri, diharapkan usaha membuat acuan dapat mengantisipasi cukup panjang menghadapi perkembangan bidang ini.

Unsur Unsur Komunikasi Grafis

1) Teks
Teks terdiri atas bagian judul (headline), subjudul, naskah (body copy), logo dan kata penutup.
a) Judul
Judul merupakan bagian terpenting dari teks yang berfungsi untuk menarik perhatian dan merupakan hal yang pertama dibaca. Judul mampu mengarahkan pembaca untuk lebih jauh mengetahui tentang isi pesan atau produk yang ada didalamnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain judul adalah:
1.   Bentuk huruf mendukung judul dan memancarkan watak tulisan
2.   Judul kontras dengan teks lainnya (warna, ukuran, bentuk)
3.   Tempatkan dalam frame atau bingkai
4.   Kata tidak terlalu panjang, mudah dibaca
5.   Tempatkan judul ditengah-tengah
6.   Hindari judul dengan huruf kapital semua
b) Subjudul
Subjudul merupakan lanjutan keterangan dari judul yang menjelaskan makna atau arti dari judul dan umumnya lebih panjang dari judulnya.
Subjudul dapat juga disebut sebagai kalimat peralihan yang mengarahkan pembaca dari judul ke kalimat pembuka dari naskah. Ukuran huruf dalam subjudul biasanya lebih kecil dari judul.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendesain subjudul :
1.   Subjudul serasi dan saling mendukung dengan judulnya
2.   Hindari penempatan dibawah kolom
3.   Gunakan warna berbeda dengan warna teks naskah
4.   Gunakan garis dibawah
atau diatas subjudul untuk kejelasan
5.   Sesuaikan jenis huruf dengan judul dan naskah
6.   Gunakan tipe huruf yang kontras
c) Naskah
Naskah adalah kalimat yang menerangkan lebih rinci tentang isi pesan yang ingin disampaikan, berfungsi untuk mengarahkan pembaca dalam mengambil sikap, berpikir dan bertindak lebih lanjut.
d) Logo
Logo adalah tanda pengenal yang tetap dari perusahaan atau institusi yang dibuat secara singkat, sederhana dan komunikatif menggunakan huruf dan gambar. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan visualisasi logo adalah sejarah, identitas atau kekhasan, unik, asosiatif, artistik, simbolik.
e) Kata penutup
Kata penutup adalah kalimat pendek yang jelas, singkat, jujur dan jernih yang biasanya bertujuan untuk mengarahkan pembaca untuk membuat keputusan.
2) Ilustrasi
Ilustrasi merupakan unsur grafis yang sangat vital dan dapat disajikan mulai dari goresan atau titik sederhana sampai dengan yang kompleks. Ilustrasi berfungsi untuk :
1.   Menarik perhatian
2.   Merangsang minat pembaca terhadap keseluruhan pesan
3.   Memberikan penjelasan atas pertanyaan
4.   Menonjolkan keistimewaan produk
5.   Memenangkan persaingan
6.   Menciptakan suasana khas
7.   Dramatisasi pesan
Ilustrasi dapat berupa gambar, foto maupun grafis lainnya. Gambar merupakan penjelasan yang dapat menerjemahkan isi pesan secara menyeluruh, mampu menarik perhatian sekaligus menangkap pandangan secara sepintas.
3) Warna
Warna adalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang, terutama warna background. Warna merupakan unsur penting dalam grafis karena memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihat.
Untuk mencapai desain warna yang efektif dapat dimulai dengan memilih warna yang dapat merepresentasikan tujuan dari media komunikasi grafis yang dibuat. Contoh, untuk mendesain media grafis bagi anak TK, maka sebaiknya memilih warna-warna cerah untuk membuat suasana ceria.
Media komunikasi grafis adalah sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada publik dengan menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis.
Secara garis besar, media komunikasi grafis dapat dikelompokkan menjadi lima, diantaranya :
1.   Media cetak, misal stiker, sampul buku, poster, selebaran (leaflet), kop surat, katalog
2.   Media luar ruangan, misal spanduk, papan nama, umbul-umbul, neon box, neon sign, billboard
3.   Media elektronik, misal radio, televisi, internet, animasi computer
4.   Tempat pajang (display), misal etalase, desain gantung, floor stand